Oleh; Pettarani
Palopo, 14 Agustus 2011
Saya teringat akan kata-kata Mantan Presiden RI Ke-3, BJ Habbie, ” Berotak Jerman (BJ) dan Berhati Makkah(BM)” . Banyak orang di negeri ini berotak cemerlang, namun pelit, rakus dan gemar maiin hantam kromo dalam mengejar kekayaan dunia. Tak heran jika Habibie bercita-cita mencetak SDM unggul model BJBM di Negeri ini. Tentu, agar bangsa dan negara ini, dalam 50 thn ke depan,sudah dapat disejajarkan dengan Korea atau Taiwan di beberapa aspek kehidupan.
Tapi bagi Saya, typical SDM Habibie itu masih kurang. Agar lengkap mesti tambah satu frase lagi. Apa itu ? Frase, ”Kaki Indonesia” . Lengkapnya, SDM berotak Jerman, berhati Makkah , dan berkaki Indonesia. Mengapa harus tambah kaki Indonesi?Bangsa dan Negara ini suda banyak berjasa dalam mencetak SDM model Habibie.Namun kebanyakan kaki mereka tak tertancap di bumi negerinya.Mereka lebih senang membenamkannya ditanah asing milik bangsa lain. Daripada kere di negara sendiri, lebih baik hidup kaya di negara orang . Mereka telah kehilangan nasionalisme karena ulah pemimpin bangsanya sendiri yang tak mau ambil pusing dengan nasib anak-anak bangsa ini. Pragmatis dan simple pikiran mereka.
Apakah hubungannya semua itu dengan DR. Sri Mulyani Indrawati ( selanjutnya disebut SM ) ?
Ya, sang Doktor berjiwa kapitalis-liberal !
Jika Jiwa sesorang telah bulat mempercayai bahwa, gagasan liberal kapitalis adalah gagasan yang benar . Karenanya harus diterima dan dilaksanakan, bagaimana mungkin jiwa seperti ini memiliki nasionalisme yang kuat sedangkan Pancasila notabene adalah idiologi anti kapitalisme dan libaralisme? Hmmm...Andai saja sang Doktor hidup di masa Bung Karno, mau tak mau, ia pasti akan menerima kata-kata kasar dari sang Proklamator ,"Sampean antek-antek kapitalis keblinger toh!".
Adalah fakta sejarah yang menyakitkan bahwa, sekitar 350 tahun kaki kolonialisme tertancap di bumi nusantara. Fakta yang sekaligus memberi tahukan, betapa kaum kapitalis libaralis merupakan binatang yang paling berbahaya di muka bumi ini. Mereka jauh lebih sesat dari binatang ternak (QS : 7 : 179).Maka jangan terlalu berharap uluran tangan kaum kapitalis .Kalaupun ia memberikan anda satu keping uang, itu karena ia ingin mengambil dua keping dari anda.Di bawah kaum kapitalis maka yang ada hanya kemiskinan dan penderitaan bagi rakyat banyak.
Daripada Saya tersesat menuju jalan-Nya maka Saya memutuskan untuk tidak mengikuti SM.
No comments:
Post a Comment