Wednesday, February 1, 2012

Bersabar Menghindari Anda Dari Serangan Stres


Karena stres banyak orang diserang maag, darah tiggi atau kanker hingga  harus dirawat di rumah sakit.Namun akibat stres tidak berhenti sampai di situ.Tidak sedikit orang-orang yang mengidap  stres harus mengakhiri hidupnya dengan melakukan bunuh diri.Bahkan lebih parah, mereka membunuh orang lain yang tak bersalah tanpa disadari.

Bagaiman stres tidak menyerang tubuh kita ? jawabannya bersabarlah.

Menjadi Stres

Sebalum ‘ruh’ bergabung dengan ‘jasad’, ia  bersaksi di hadapan Allah SWT bahwa tiada Tuhan patut disembah elain Allah SWT. ”Benar, Engkau Tuhan kami, kami bersaksi”. (QS:7:172).Bukti ‘kesaksian ruh’ manusia ini antara lain adalah perasaan takut dan sedih. Karena itu  perasaan takut dan sedih adalah fitrah manusia.

Bagaiman perasaan takut dan sedih muncul?

Segera setelah seorang menunaikan amalan dosa besar atau dosa kecil maka ruh bicara bahwa, sanksi manusia dan Allah swt akan datang menimpa sebagai balasan dari dosa-dosa (ngkar janji kepada Allah swt) yang telah ditunaikan.Sanksi yang akan menimpa ini dipersepsi oleh akal fikiran sebagai ‘ancaman’.Fitrah takut dan sedih kemudian muncul dan segera menguasai diri.Apabila rasa takut dan sedih tidak segera hilang maka ia akan menekan kesimbangan emosi hingga seorang menjadi ‘stres’.

Mekanisme fisiologis terjadinya stres akibat munculnya perasaan takut dilukiskan singkat oleh Patricia dan Ron Deutsch.Dalam buku ‘Otak Luar Biasa,main power:menjelajah kekuatan fikiran’,Patricia dan Ron mengemuakan,”Ketika kita takut atau marah, bagian otak bernama hypothalmus mempersiapkan tubuh untuk bereaksi.Jantung bertambah cepat untuk menyebarkan darah ke otot-otot kita.Kita bernafas dalam untuk mengisi darah dengan oksigen.Hormon-hormon diproduksi untuk membawa sistem saraf ke tingkat kesiapan menerima hal yang mencemaskan”.

Dengan demikian saran terbaik ialah jangalah anda berbuat dosa-dosa kalau tidak ingin diserang ‘stres’.Caranya ialah dengan bersabar.

Bersabar

Sabar kata Imam Al Gazali merupakan “penggerak agama.Adapun buahnya adalah kemampuan menolak perintah nafsu syahwat”.Kita paham bahwa, nafsu selalu menyuruh manusia kepada ‘perbuatan jahat’ (Nabi Yusuf as).Sebab itu  jika tak sabar maka dosa-dosa  akan dilakukan.Kesabaran yang lain ialah ketakwaan  yaitu kemampuan seorang mengikuti perintah atau larang Allah swt. Jadi ada sabar menolak nafsu jahat dan sabar dalam menjalankan hukum-hukum-Nya.

Dari makna sabar ini dapat disimpulkan bahwa stres takkan menyerang orang-orang sabar.Sebab perbuatan dosa (yang mengundang stres)  terhalang oleh kesabaran(penggerak agama).Sebaliknya   ketentraman jiwa akan menemani sepanjang hidup orang-orang sabar.Itulah sebabnya Allah SWT mengatakan,...”barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”(QS:2:38).Karena itu Allah SWT menyuruh hambaNya  untuk menjadikan sabar sebagai penolongnya (melindungi dari stres).”Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu,sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”(QS:2:153).

“.. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”(QS:91:8-10).

Jiwa yang beruntung itu ialah jiwa penyabar.

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.